KONTRIBUSI ASBĀB AL-NUZŪL TERHADAP PENAFSIRAN AL-QUR’AN: DARI PENDEKATAN HISTORIS KE FORMULASI INTEGRATIF KONTEMPORER

Authors

  • Mukhammad Khabibullah Idris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Author
  • Muhammad Ali Abdul Basit Ma’had ‘Aly Al-Mubaarok Manggisan Translator

Abstract

Kajian tentang Asbāb al-Nuzūl memiliki posisi sentral dalam studi Al-Qur’an, terutama dalam menjawab problem penafsiran yang sering kali terjebak pada pemahaman tekstual tanpa mempertimbangkan konteks historis. Kegelisahan akademik dalam tulisan ini berangkat dari masih ditemukannya penafsiran ayat yang parsial, bahkan berpotensi menimbulkan distorsi makna dan implikasi hukum yang keliru. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana urgensi dan kontribusi Asbāb al-Nuzūl dalam penafsiran Al-Qur’an serta bagaimana implementasinya dalam konteks kontemporer yang dinamis dan kompleks. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur klasik dan kontemporer dalam bidang ulum al-Qur’an dan tafsir, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan mengintegrasikan pendekatan normatif dan kontekstual. Penulis juga menggunakan pendekatan komparatif antara teori klasik dan modern dalam memahami Asbāb al-Nuzūl untuk melihat relevansi dan keterbatasan masing-masing pendekatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Asbāb al-Nuzūl memiliki kontribusi signifikan dalam mengungkap konteks historis, memperjelas makna ayat, serta menghindari kesalahan dalam penerapan hukum Islam. Dalam konteks kontemporer, pemahaman terhadap Asbāb al-Nuzūl mampu menjadi instrumen penting dalam merespons isu-isu sosial, keadilan, gender, dan moderasi beragama. Novelty tulisan ini terletak pada perumusan “Teori Integratif” sebagai sintesis antara pendekatan klasik yang berbasis riwayat dan pendekatan modern yang kontekstual. Teori ini menawarkan model pemahaman yang tidak hanya menjaga otentisitas teks, tetapi juga mampu menghadirkan relevansi ajaran Al-Qur’an dalam realitas kekinian secara adaptif dan maslahat. Dengan demikian, Asbāb al-Nuzūl tidak hanya berfungsi sebagai perangkat historis, tetapi juga sebagai metodologi penting dalam membangun penafsiran Al-Qur’an yang komprehensif, kontekstual, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Kata Kunci: Asbāb al-Nuzūl, Tafsir Al-Qur’an, Konteks Historis, Teori Integratif, Penafsiran Kontemporer.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

KONTRIBUSI ASBĀB AL-NUZŪL TERHADAP PENAFSIRAN AL-QUR’AN: DARI PENDEKATAN HISTORIS KE FORMULASI INTEGRATIF KONTEMPORER. (2026). Pusako Akademika, 1(1), 1-11. https://rumahjurnal.ranggosakti.com/index.php/pusakoakademika/article/view/8